IMG 20180314 171427

Belajar Sinematografi di Komunitas Kanot Bu

14 Maret lalu Komunitas Kanot Bu kedatangan belasan muda-mudi pelaku film dokumenter. Mereka adalah para pelajar yang naskah filmnya terjaring oleh pihak penyelenggara lomba film dokumenter, ICAIOS, satu lembaga penelitian di Banda Aceh. Tema program kegiatan yang diangkat berupa, “Pencegahan Paham Radikalisme dan Ekstrimisme Melalui Sinematografi”.

Kehadiran para pelaku film dokumenter tingkat pelajar ini di Komunitas Kanot Bu adalah rangkaian dari pembelajaran.  Setelah naskah mereka dinyatakan lulus seleksi oleh panitia penyelenggara. Menurut salah seorang panitia, mereka diajak berkunjung ke berbagai komunitas kreatif di Banda Aceh demi memperkaya gagasan dari naskah yang ada. Dua lembaga kreatif lain yang kunjungi adalah Komunitas Tikar Pandan dan Aceh Documentary.

Di Komunitas Kanot Bu para peserta diajak untuk belajar bersama tentang wacana-wacana radikalisme dan esktrimisme berdasarkan sudut pandang gerakan seni. Dalam sesi ini, para peserta dengan orang-orang di Komunitas Kanot Bu berdiskusi atau lebih tepatnya belajar bersama tentang tema yang diberikan penyelenggara. Berbagi cerita tentang pemahaman yang berkaitan dengan radikalisme dan ekstrimisme, terutama dari lingkup terkecil dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, bersama beberapa orang seniman di Komunitas Kanot Bu, para peserta juga merancang story board dari naskah yang sudah dirancang sebelumnya. Mereka diajak menggarap scene per scene adegan dalam panel-panel gambar. Sesi ini adalah sesi paling menggembirakan dari ketimbang sesi pertama.

Jika pada sesi sebelumnya forum diskusi agak sedikit formal layaknya forum-forum yang biasa kau temui di ruang-ruang seminar. Pada sesi menggarap story board para peserta sudah tampak lebih santai dan gembira layaknya sedang bertamasya.

Kegembiraan saling belajar ini makin lengkap dan sempurna ketika beberapa orang Komunitas Kanot Bu menggelar live musik dadakan pada penghujung acara. Semua yang terlibat dalam acara kecil ini pun riang gembira. Dan selayaknya yang terpampang di tembok Bivak Emperom, markas Komunitas Kanot Bu, “Perbanyak Waktu Luang, Bersenang-senang Jangan Lupa,” berjalan sebagaimana adanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *