WhatsApp Image 2017 02 04 At 01.15.53

Komunitas Kanot Bu Ajak Siswa SMA ‘Bolos Sekolah’

BOLOS sekolah yang dilakukan oleh para murid adalah masalah klasik pendidikan. Ia ada sejak sekolah modern itu sendiri ada. Keluar diam-diam dari komplek sekolah demi menghindar pelajaran—yang hingga kini masih terjadi di hampir semua sekolah di Indonesia—memiliki banyak motif. Ada yang bolos gara-gara pernah keunong weng on pinyueng oleh guru. Ada yang bolos karena ada arisan ngerokok Commodore di kios belakang tembok sekolah. Ada yang bolos karena ingin makan bakso dan jep cindoi dengan pacar bak uroe peukan, dan ada pula yang bolos hanya ingin dianggap sebagai premannya sekolah.

Dorongan bolos bersinergi betul dengan selera pelaku, dengan alasan berbeda-beda sesuai tempat dan trend yang di setiap tahun ajarannya. Bila pada tahun ajaran dekade 1990-an hingga awal 2000-an banyak terjadi sweeping sebab operasi jaring merah, darurat militer, dan darurat. Maka banyak siswa sekolah pada saat itu menggunakannya untuk ramai-ramai bolos atau bahkan tidak datang ke sekolah sama sekali.

Faksi bolos saat pembelajaran berlangsung masih tersisa dari generasi ke generasi. Kenapa bolos diminati? Apa sebenarnya yang dicari dari aksi pembangkangan kecil-kecilan ini? Komunitas Kanot Bu bekerja sama dengan SMA Lab School Unsyiah Banda Aceh akan menggelar acara bertajuk “Bolos Resmi”.

“Bolos Resmi yang digagas ini merupakan upaya untuk mencari bentuk alternatif dari proses belajar mengajar yang notabene melulu berlangsung di dalam kelas, yang kerap dirasa bosan oleh peserta didik. Ujung-ujungnya banyak siswa merasa ingin bolos,” ujar Teuku Fajriman, penggagas acara di Komunitas Kanot Bu.

Fatma Susanti, guru pendamping dari SMA Lab School Unsyiah mengatakan, “Memang sudah seharusnya siswa lebih banyak berinteraksi dengan multi komunitas. Bukan sekadar ‘dipenjara’ dalam gedung sekolah. Siswa yang menjadi peserta di Bolos Resmi nanti adalah siswa kelas XI, di mana pada acara nanti mereka akan berbagi pengetahuan yang berkenaan dengan mata pelajaran Sosiologi.”

Fatma menambahkan, inisiatif mengajak siswanya belajar di Komunitas Kanot Bu dengan gerakan seninya ialah, untuk meluaskan cara pandang siswa terhadap pembelajaran ilmu sosial. “Harusnya, pembelajaran ilmu sosial tidak dibatasi hanya dalam jeruji lingkup kelas semata. Interaksi dengan komunitas setidaknya mampu melegakan siswa dengan ekspresi seni dan tentu saja akan memacu siswa dengan pendekatan yang lebih menarik,” ujarnya.

Bolos Resmi akan diadakan pada Selasa (7/02) dari jam 11.00 WIB sampai selesai, akan diisi dengan mentransfer konten pelajaran Sosiologi ke dalam bentuk-bentuk seni. Terutama seni rupa dan musik. Komunitas Kanot Bu sudah menyiapkan media-media ekspresi seni rupa. Untuk musik, KKB akan mengajak siswa mencipta lagu dalam Majelis Permusyawaratan Lirik.[]

Sumber: mediaaceh.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *