Hari Raya Kematian

Semenjak Timur terkesima dengan apa yang telah dicapai Barat. Menjadikan Barat sebagai guru. Kiblat kehidupan. Mazhab dalam peradaban. Maka semua nilai di Timur ditimbang dengan menggunakan standar Barat. Jika ia unik menurut perspektif Barat. Maka uniklah dia. Jika hebat menurut Barat maka hebatlah ia. Seperti tradisi Dia De Los Muertos yang dianggap unik itu. Oleh Miswar… Lanjutkan membaca Hari Raya Kematian

Pengantar Buku Judul di Belakang

SMP dulu, saya sering mendengar kata urbanisasi, transmigrasi dan imigrasi. Dari tiga kata di atas, paling akrab bagi saya dan kawan-kawan di Aceh adalah transmigrasi. Terutama saat rezim penguasa Orde Baru menggalakkan program memindahkan orang dari pulau Jawa ke pedalaman Aceh. Politik transmigrasi Soeharto berjalan lancar bahkan bukan hanya di Aceh. Semua pulau nusantara nyaris… Lanjutkan membaca Pengantar Buku Judul di Belakang

Buku Puisi 5,6 SR Luka Pidie Jaya

Oleh Edi Miswar Mustafa* Kebetulan dua buku berada di bagasi motor saya. Buku pertama, antologi puisi “5,6 SR Luka Pidie Jaya”. Buku kedua novel Arafat Nur “Tempat Paling Sunyi”. Keduanya saya keluarkan dari bagasi selepas shalat ashar di meunasah. Kemudian dengan dua buku tersebut di tangan, saya kembali lagi ke meja diskusi warung kopi. Angin sore… Lanjutkan membaca Buku Puisi 5,6 SR Luka Pidie Jaya

Anak Sungai

Karya Deddy Firtana Iman   jam tujuh pagi telah tuntas mencuci piring setelah isi perut sempat melumatkan keringat mobil-mobilan tergeletak di bawah jendela kamar melepaskan sebuah maaf sesekali si kecil membawa luka di tangan dan kakinya hanya kunci kamar agar ketenangan tetap hangat kabut dingin tanpa cahaya serta suara petualangan bunda menjadi lirik sakit hati… Lanjutkan membaca Anak Sungai

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Sastra Ditandai

Kutu

Karya Tungang Iskandar dalam Nuga-nuga Art Exhbition Komunitas Kanot Bu, Agustus 2016

Karya Fuady S Keulayu RUMAHKU dengan pasar hanya berjarak tiga ratus meter. Berada di sebelah timur, terpisah dengan sebuah sungai. Ada sebuah jembatan di sana. Tiang-tiang bak paha raksasa yang sudah mengerak tiram, terpacak pada kedalaman sungai. Banyak ikan bermain di ruas-ruas tiang jembatan itu. Jika hari Minggu, entah orang kampung mana saja datang memancing… Lanjutkan membaca Kutu

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Sastra Ditandai